Trending Topik

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photo. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Menghibur Anak-Anak Penghafal Quran Gaza Sesudah Perang (photo)

Written By Admin on Sabtu, 11 Oktober 2014 | 14.36


 Menghibur Anak-Anak Penghafal Quran Gaza Sesudah Perang


IMG_1637
JALUR GAZA Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza memperkirakan
lebih dari 300 ribu anak di Jalur Gaza memerlukan perawatan trauma sesudah kejahatan agresi militer Zionis Israel baru-baru ini.

Sahabat Al-Aqsha bekerja sama dengan Al-Sarraa Foundation di Gaza, KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) dan HALUAN Malaysia, menyelenggarakan rihlah untuk 65 orang santri penghafal Al-Quran di sebuah masjid di Rafah.

“Anak-anak ini adalah santri-santri terbaik kita,” kata Syeikh Muhammad Khattab, relawan Al-Sarraa Foundation di Rafah yang pernah bertugas sebagai imam Sahabat Al-Aqsha selama Ramadhan tahun 1434 lalu.

Dari pagi sampai malam tunas-tunas Mujahidin dari kawasan Selatan ini diajak tamasya ke beberapa tempat penting dan bersejarah di Jalur Gaza:

1. Masjid Umari, masjid terbesar dan tertua di Jalur Gaza tempat singgah Khalifah ‘Umar bin Khattab dalam perjalanan menerima kunci kota Al-Quds setelah berhasil dibebaskan tahun 19 Hijriyah

2. Universitas Al-Aqsha, bekas pusat pemerintahan penjajah Zionis bernama Neve Dekalim yang berhasil diusir sejak tahun 2005

3. Madinatul Ashda’, taman hiburan rakyat di bekas wilayah pemukiman elit Yahudi bernama Gush Katif yang juga diusir sejak tahun 2005
4. Berenang semalaman di musim panas yang gerah sesudah perang

Menurut Syeikh Khattab, “Penting kita menanamkan kepada anak-anak ini bahwa Al-Quran yang mereka pelajari dan hafalkan adalah kekuatan utama untuk mengusir penjajah, dan mengembalikan kemuliaan Islam dan Muslimin.”

Kepada rakyat Indonesia dan Malaysia, Syeikh Khattab menyampaikan, “Kami tahu sejak sebelum agresi, keluarga-keluarga kami di Indonesia dan Malaysia tidak akan pernah meninggalkan kami. Terima kasih. Semoga Allah limpahkan keberkahan yang banyak untuk rakyat dan tanah air kalian. Indonesia dan Malaysia selalu di sini..” Tutup Syeikh Khattab sambil meletakkan telapak tangan kanannya di dada sebelah kiri.
* (Sahabat Al-Aqsha)



IMG_9718





IMG_9999


IMG_0356





IMG_0472


IMG_9853


IMG_9760


IMG_1162



IMG_1551



IMG_1427


IMG_1447



IMG_1441


IMG_1557




IMG_1668


IMG_1669


IMG_1626





Relawan PKS Sigap Bantu Warga Dengan Membagikan Masker Gratis (Photo)

Written By Admin on Jumat, 14 Februari 2014 | 21.51

Erupsi Genung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) menyebabkan beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng) juga mengalami hujan abu yang berdampak kepada jarak pandang yang terbatas.

Menghadapi kondisi ini, Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng dan Jatim segera melakukan langkah antisipasi terjadinya hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Kelud.

Diwilayah Jatim, PKS mendirikan lima posko untuk pengungsi Kelud. Baca beritanya di link berikut:

http://pks.or.id/content/terdampak-abu-vulkanik-kelud-pks-bagi-puluhan-ribu-masker-gratis

http://pks.or.id/content/pks-dirikan-lima-posko-untuk-pengungsi-kelud 












Foto Masjid Al-Aqsha Berselimut Salju

Written By Admin on Minggu, 15 Desember 2013 | 10.33

 Salju menyelimuti Al-Quds pada 12 Desember lalu. Ini merupakan salju terlebat di Palestina sejak tahun 1953. Di tengah hujan lebat, banjir, dan krisis listrik di penjuru Palestina terjajah, terlihat keindahan Masjid Al-Aqsha berhiaskan salju. Anak-anak Palestina juga terlihat gembira bermain di tengah salju di foto-foto berikut ini;



salju1

salju3

salju4

salju5

salju6

salju7

salju8

salju9

salju10

salju11

salju12
Sumber foto: Ma’an News, Washington Post, Anadolu Agency/http://sahabatalaqsha.com

Semarak Pemira Capres PKS di DPD PKS Lampung Timur (Photo)

Written By Admin on Minggu, 01 Desember 2013 | 11.10

Pemilihan Raya (Pemira)  Calon Presiden RI 2014-2019 dari PKS yang digelar serentak di 15 kota/kabupaten Se Lampung, Sabtu 30 November 2013 dari pukul 09 s.d pukul 15 WIB berlangsung semarak. Termasuk di Kabupaten  Lampung Timur, yang menyediakan 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS 1 di Kantor DPD PKS Lampung Timur, dan TPS 2 di DPC PKS Pekalongan, berikut dokumentasi semarak Pemira di TPS 1 Kantor DPD PKS Lampung Timur (and/Photo:adm). 

 
Antrian Pendaftar di TPS 1 Lampung Timur

Arahan dari Ketua DPD PKS Lampung Timur
Salam 3 Besar; Keceriaan para Pemilih di
Dibagian depan para Pemilih disambut Panitia Pemilihan

Suasana di Balik Bilik Suara, "hm bingung ya bu, bagus semua ya?" ^__^

Penampilan Hiburan  Musik dari Komunitas Pemuda

Komunitas Anak Muda,Nunggu giliran Perform








Metro Tempoe Doeloe (Photo)

Written By Admin on Selasa, 26 November 2013 | 21.46

 
Sejarah kelahiran Kota Metro bermula dengan dibangunnya sebuah induk desa baru yang diberi nama Trimurjo, yang diperuntukkan untuk menampung para kolonis.

Kedatangan kolonis pertama pada hari Sabtu 4 April 1936 dan ditempatkan/ditampung pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Letak bedeng-bedeng tersebut kalau sekarang ini adalah disamping kantor PLN atau belakang Masjid Taqwa Metro.

Tiga hari setelah kedatangan kolonis, tepatnya hari Selasa 7 April 1936, para kolonis memperoleh bagian tanah pekarangan. Setelah itu mulailah para kolonis menebang pohon-pohon besar untuk dibangun sebagai tempat tinggal, dan lahan pertanian.

Desa Trimurjo ini berkembang dengan pesat, penduduk kolonis pun semakin bertambah, hubungan/trnsportasi secara berangsur mulai terbuka, kegiatan perekonomian mulai tumbuh dan berkembang.

Pemerintah Hindia Belanda menyiapkan daerah baru ini secara terencana, peruntukan perumahan, perkantoran, lapangan, pasar, lahan pertania, dan penggunaan lahan untuk keperluan lainnya telah tertata dengan baik. Sehingga pada perkembangannya sangat mempengaruhi keserasian dan keindahan Kota Metro hingga saat ini.

Untuk mengenang sejarah Kota Metro, berikut ini kami tampilkan photo-photo kedatangan dan aktivitas yang dilakukan oleh kolonis saat membuka hutan belantara, kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada tahun 1936 hingga 1940.

Dibawah ini beberapa Photo Metro tempo dulu :
Gotong royong membuka hutan

Galian irigasi utama sebelum bendungan

Penempatan pasar rakyat di lokasi Masjid Agung.

Areal perumahan kolektif (bedeng-bedeng)
 untuk menampung kolonisasi yang baru datang

Pemukiman setelah tiga tahun.

Rombongan kolonisasi tiba di Jujugan (Jojog)

Bivak/Tangksi Vold Polisi di Metro.

Cacah jiwa (pendataan) oleh Asisten Wedana
 dan Kamitua

Kediaman Dinas Mantri Kolonisasi di Gedung Dalem

Pendopo Asisten Wedana Metro

Rombongan kolonisasi tiba di Pelabuhan Panjang

Kapal KPM Membawa Rombongan Kolonisasi

Pembagian alat masak dan pertanian
Gotong royong galian tersier (1935)

sumber : http://www.metrokota.go.id
 
Support : Copyright © 2011. DPC PKS BATANGHARI LAMPUNG TIMUR - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger