Trending Topik

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label PKS dan Sos-Med. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS dan Sos-Med. Tampilkan semua postingan

[kultwit] "REFERENDUM YUNANI & PESAN UNTUK DUNIA" by @anismatta

Written By Admin on Selasa, 07 Juli 2015 | 08.42



Anis Matta
Presiden PKS

1. Menarik jika ada yg membuat film: "When people said NO to market and capitalism in Greece."

2. Rakyat Yunani telah menjatuhkan pilhan bersejarah: mengatakan TIDAK pd tawaran bailout, walaupun berisiko dikeluarkan dr Eurozone..

3. Rakyat Yunani kira2 berkata: "Biar kami urus sendiri perekonomian negara kami."

4. Kepercayaan diri itu tampak dari aksi kegembiraan di jalan2 setelah hasil referendum dilakukan.. 61,3% menolak bailout..

5. Di sinilah kita perlu melihat krisis Yunani dlm perspektif yg luas, bagaimana sistem ekonomi global bekerja..

6. Dunia terhenyak karena ternyata krisis 2008 lbh dalam dr yg diduga, walau utk sementara Amerika menikmati penguatan ekonominya..

7. Gagal bayar Yunani merupakan puncak dr krisis utang negara itu dan risiko sistemik mata uang kawasan (Euro)..

8. Jurus-jurus ekonomi konvensional tampak kedodoran mengikuti percepatan krisis sejak 2008..

9. Penyelamatan bank dan lembaga keuangan yg "too big to fail" di Amerika menyisakan pertanyaan keadilan bahkan di negeri itu sendiri..

10. Ada yg bilang, default Yunani hasil dr kebuntuan perundingan bailout akibat negeri itu dipimpin partai sosialis..

11. Tapi perlu diuji pula, apakah resep2 template kapitalis yg dibawa ECB, EC dan IMF masih cespleng utk mengatasi krisis Yunani??

12. Yunani menjd "negara maju" pertama yg gagal bayar.. Perlu diuji istilah "developed countries" dlm ekonomi internasional..

13. Yg diperlukan adlh paradigma ekonomi baru dlm hubungan negara dan pasar, serta relasi negara dlm sistem global..

14. Krisis Yunani juga ujian bagi eksperimen integrasi negara ke dalam kawasan melalui mata uang bersama..

15. Krisis di satu negara dapat menyeret negara-negara lain di kawasan dan menyebar ke kawasan lain..

16. Penolakan rakyat terhadap suatu sistem dapat memukul sistem itu.. Kita melihat bagaimana akhirnya komunisme bangkrut pd 1989..

17. Komunisme bangkrut bukan oleh perang nuklir tapi oleh penolakan dr rakyat yg hidup di bawah sistem itu sendiri..

18. Apakah referendum Yunani dpt menjd awal penolakan rakyat sedunia thd kapitalisme internasional??

19. Patut diingat, kapitalisme adlh sistem yg cerdas, mampu mengabsorbsi kritik dan antitesis utk bertahan hidup dan membesarkan dirinya..

20. Tapi paling tidak referendum ini adlh eksperimen menarik, kapitalisme internasional diveto oleh rakyat suatu negara..

21. Krisis Yunani harus dijadikan landasan dialog ttg tata ekonomi dunia baru.. Terutama ttg legitimasi lembaga keuangan internasional..

22. Juga resep2 pembangunanisme yg dibawa oleh lembaga2 keuangan internasional spt Bank Dunia dan IMF..

23. Referendum Yunani mengembalikan prinsip bahwa legitimasi tindakan negara ada di tangan rakyat..

24. Itu penting utk menghindarkan negara terjebak menjd aktor kapitalisme tersendiri yg tercerabut dr rakyat..

25. Inilah momen penting untuk mengingatkan bahwa kekuasaan kapitalisme tidak tak terbatas.. Ada kedaulatan rakyat yg membatasinya..

26. Inilah pesan rakyat Yunani kepada masyarakat dunia.. Kapitalisme bukan kebenaran tunggal..

27. Di dalam negeri kita juga perlu mewaspadai krisis Yunani..

28. Memang mnrt data, perdagangan bilateral hanya sekitar USD 200 juta.. Orang Indonesia yg tinggal di Yunani sekitar 1.000 orang..

29. Namun Yunani berada di kawasan penting (Euro).. Gejolak di kawasan itu akan berdampak ke kawasan Asia dan akhirnya Indonesia..

30. Terutama gejolak mata uang yg bisa berlangsung cepat dgn daya tular (contagious) luar biasa..

31. Apalagi di tengah perlambatan ekonomi nasional dan pelemahan nilai rupiah..

32. Pemerintah perlu mnyampaikan message yg clear dan kompak dlm menangani potensi krisis susulan di tngh ekonomi nasional yg sdh terpuruk ini..

33. Pesan yg realistis sekaligus solusi konkret berupa tindakan nyata.. Krisis tdk bisa ditangani dgn pertunjukan hiburan..

34. Kobarkan semangat Indonesia!!

*dari twitter @anismatta (6/7/2015)/http://www.pkspiyungan.org

Tulisan Anis Matta tentang Pepeng: Jalan Sunyi Menuju Pencerahan Spiritual

Written By Admin on Jumat, 08 Mei 2015 | 10.01


JAKARTA (6/5) - Rabu, 6 Mei 2015 Indonesia kembali kehilangan salah satu seniman berbakatnya, Ferrasta Soebardi atau yang dikenal dengan nama Pepeng. Selama menderita penyakit Multiple Sclerosis (MS) sejak tahun 2005, Pepeng telah menginspirasi bangsa dengan tingkat kesabarannya yang tinggi dalam menghadapi sakit.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta pun mengapresiasi semangat dan kebesaran hati Pepeng. Pada Oktober 2014 Anis menulis bahwa perjalanan Nabi Ibrahim AS bisa digunakan untuk memaknai perjalanan sosok Pepeng. Berikut tulisan lengkap Anis Matta tentang hikmah dari perjuangan Pepeng “Jari-Jari”.

Jalan Sunyi Menuju Pencerahan Spiritual oleh Anis Matta

Menulis tentang sahabat saya Ferrasta Soebardi, atau yang akrab kita panggil Mas Pepeng, di tengah suasana Idul Adha membawa saya pada pertemuan dua peristiwa yang berujung pada satu konsep penting dalam ajaran Islam, yaitu percaya dan prasangka baik kepada keputusan Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih anaknya, Ismail AS, anak yang sudah lama didambakannya, ia sempat sedetik bertanya. Malah sang anaklah yang mengingatkan dan meneguhkan keyakinan ayahnya untuk senantiasa percaya dan berprasangka baik terhadap perintah dan keputusan Allah SWT.

Kita belajar, Ibrahim adalah seseorang yang sedari muda “mencari Tuhan”, menempuh jalan penuh gelisah untuk menemukan hakikat kemanusiaan, yaitu hadirnya Tuhan dalam hidup manusia. Ibrahim bertanya, apakah bulan, apakah matahari, yang merupakan Yang Maha Kuasa bagi manusia. Ternyata tidak. Ibrahim bahkan bereksperimen “membunuh Tuhan”—istilah yang dipopulerkan oleh filsuf Friedrich Nietzsche—dengan menghancurkan berhala-berhala yang disembah lewat ayunan kapaknya, dengan risiko hukuman yang bisa menghilangkan nyawa.

Maha Besar Allah, Dia akhirnya menuntun Ibrahim untuk menemukan jalan tauhid, percaya pada Allah Yang Esa dan bersaksi bukanlah bulan atau matahari—sekalipun mempesona dan tampak adidaya—yang menjadi Maha Kuasa bagi hidup manusia. Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa. Dari perjalanan itu, dalam kajian filsafat dan sosiologi agama, Ibrahim diberi julukan “Bapak monoteisme umat manusia”.

Lalu, apa pelajaran dari perjalanan Ibrahim yang bisa gunakan untuk memaknai perjalanan sahabat kita Pepeng? Ternyata, perjalanan “mencari Tuhan” telah disediakan oleh—tak lain dan tak bukan—Allah SWT sendiri. Allah membukakan begitu banyak pintu-pintu menuju diri-Nya lewat pemaknaan jalan hidup yang ditempuh oleh masing-masing makhluk.
Kita mengetahui sudah cukup lama Pepeng diberi ujian berupa penyakit langka yang mungkin belum ada obatnya. Penyakit itu merampas mobilitasnya, sesuatu yang tentu sangat membuat sedih bagi seniman dunia hiburan seperti Pepeng. Saya masih ingat, ketika kampanye PKS di Gelora Bung Karno tahun 2004, Pepeng berdiri di panggung sebagai salah satu pembawa acara, membakar semangat sambil sesekali menggocek tawa.
Saya tetap ingin memandang Pepeng sebagaimana sang seniman panggung itu mengarahkan acara puncak kampanye PKS pada fase awal yang penting dalam demokratisasi Indonesia tersebut. Dia tampak gagah, tapi juga santai, percaya diri, namun tetap membumi dan rendah hati. Puluhan ribu kader PKS dan para undangan berteriak bersama, tertawa bersama, bernyanyi bersama, dan berbagi semangat bersama, di bawah komando sang dirigen acara: Pepeng.

Bahwa sekarang Pepeng sedang diminta untuk tidak terlalu banyak bergerak, itu adalah cara Allah menyediakan banyak waktu agar Pepeng dapat berkontemplasi, berbagi waktu dengan anak-anak, serta memperkuat rajutan kasih sayang bersama istri tercinta.

Mengapa saya bisa sampai pada kesimpulan itu? Karena saya ikut berbesar hati dengan cara Pepeng merespon kondisinya. Ia tetap berkarya, menerima bimbingan mahasiswa, bahkan merampungkan pendidikan S-2, sesuatu yang saya sendiri belum bisa mencapainya walaupun keinginan sudah lama ada. Dengar-dengar, bahkan Pepeng sedang siap-siap studi S-3! Kehadirannya kembali di layar kaca juga telah memberi inspirasi bagi banyak orang.

Dalam satu acara di TV saya ingat Pepeng berkata: Saya berdamai dengan penyakit ini. Saya terima dengan ikhlas agar yang dirasakan hanya sakitnya fisik, bukan jiwa. Kurang lebih begitu. Saya lupa kapan persisnya. Saya juga jarang mengingat apa yang saya tonton di TV, tetapi sepenggal kalimat Pepeng itu samar-samar masih saya ingat sampai sekarang. Agar yang sakit hanya raga, bukan jiwa. Pepeng berikhtiar keras agar ruhaninya tetap sehat. Itu bisa dilakukan karena Pepeng senantiasa percaya dan berprasangka baik atas keputusan Allah SWT.

Saya berdoa semoga keterbatasan fisik yang dirasakan Pepeng sekarang malah membuka ruang kontemplasi yang luas. Perenungan hanya bisa dilakukan di dalam kesunyian, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW dituntun Allah pergi menyepi ke gua Hira dan kita manusia biasa diperintahkan untuk shalat tahajjud di hening malam.

Jika penyanyi Bimbo dan pujangga Taufiq Ismail punya kiasan “ada sajadah panjang terbentang, dari kaki buaian, sampai ke tepi kuburan”, perkenankan saya menyebut perjalanan Pepeng ini sebagai “tahajjud panjang” yang tak berbilang rakaat. Inilah jalan sunyi ketika tafakur dan tadabbur dijalankan di tengah keheningan batin hingga berbuah tasyakur tak berujung. Itulah Pepeng.

Maha Besar Allah, Dia sedang menuntun sahabatku menuju pencerahan spiritual.
Jakarta, 7 Oktober 2014
Anis Matta

Akhuna Umar Farouk...

Written By Admin on Sabtu, 11 Oktober 2014 | 06.42

Akhuna Umar Farouk...

Biasanya beliau jemput saya di bandara Sepinggan begitu beliau mengetahui bahwa saya transit di Balikpapan.

Kemaren saat saya transit di Sepinggan dan terlambat 19 jam penerbangan ke Berau, beliau tidak mengontak dan menjemput saya. Ini tidak biasa.

Sesampai di Berau baru dapat kabar dari ikhwah bahwa beliau dirawat di ICCU. Saya baru paham mengapa beliau tidak menjemput saya di bandara padahal saya transit sangat lama di Sepinggan.

Saya hanya bisa mendoakan tanpa bisa menjenguk beliau sepulang dari Berau karena tiket pulang tidak bisa diundurkan.

Biasanya, beliau langsung menjemput di bandara Sepinggan ketika saya transit. Beliau tidak mau saya menganggur saat transit di Balikpapan.

Kadang mengajak saya ke kantor DPD Kota Balikpapan untuk berdiskusi dengan ikhwah. Kadang mengajak saya keluar bandara hanya untuk menjamu makan siang.

Bahkan pernah beliau jemput saya di bandara, untuk diajak takziyah karena ada kader PKS Kota Balikpapan yang wafat. Usai takziyah saya diantar kembali ke bandara.

Akh Umar seorang kader dakwah yang sangat baik. Sangat santun dalam interaksi. Sangat semangat dalam melayani umat dan masyarakat. Saya menjadi saksi.

Insyaallah beliau husnul khatimah.

(Cahyadi Takariawan)

Demokrasi & Demografi Matang, Modal Kesejahteraan

Written By Admin on Rabu, 20 Agustus 2014 | 15.20


Jakarta–Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 tahun ini menjadi istimewa karena rakyat Indonesia baru saja melewati tonggak proses demokrasi: pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Indonesia juga baru melewati satu periode presidensial penuh secara konstitusional (2 x 5 tahun) tanpa ancaman terhadap demokrasi.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menuturkan, demokrasi yang makin matang ini harus jadi modal mewujudkan kesejahteraan. Apalagi, menurut Anis, ada bonus demografi yang menunggu kita.

“Kita akan merealisasikan bonus demokrasi dan bonus demografi dalam dekade yang akan datang. Dengan dua modal itu, cita-cita kemerdekaan akan dapat diwujudkan,” papar Anis dalam akun twitter-nya @anismatta.

Pada tahun 2020, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Pemerintah harus bisa memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya dengan meningkatkan kualitas generasi muda, karena jika tidak, mereka hanya akan menjadi beban negara.

“Adanya bonus demografi di alam demokrasi bagai bibit unggul yang tumbuh di tanah yang subur. Kita harus menjaganya dari hama dan penyakit,” kata Anis.

Dirinya, Anis menegaskan, berkomitmen memastikan bibit unggul itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan berbuah manis. Hal ini, menurutnya, sama seperti janji para “founding fathers” bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kemakmuran.

“Tadi pagi, ketika memperingati detik-detik kemerdekaan bersama Koalisi Merah Putih, saya merasakan komitmen dan semangat janji kemerdekaan itu. Juga malam ini, di acara muhasabah kemerdekaan RI yg dilaksanakan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI, bersama semua elemen bangsa,” Anis menegaskan. (MFS) (dnh)
http://www.anismatta.net

"Bijak Menyikapi Perbedaan" | by @salimafillah

Written By Admin on Rabu, 25 Desember 2013 | 09.39










Salim A. Fillah

1) Ada Shalih(in+at) yang bertanya; dalam Diin, dibenarkankah bersikap & beramal yang berbeda dari ilmu yang difahami & fikih yang diyakini?

2) Atau bagaimanakah kita; jika harus berbeda dengan orang-orang yang kita hormati & cintai dalam perkara penting? Izinkan kami bercerita.

3) "Musibah! Musibah! Inna liLlah wa inna ilaiHi raji'un!", begitu seru sahabat mulia 'Abdullah ibn Mas'ud di 'Arafah pada suatu musim haji.

4) "Aku bersama Nabi, beliau mengqashar. Aku bersama Abu Bakr, dia mengqashar. Aku bersama 'Umar, dia mengqashar. Dan kini, 'Utsman tidak!"

5) Kelak, kita tahu; Sayyidina 'Utsman RadhiyaLlahu 'Anh punya penjelasan atas sikap beliau yang tak mengqashar shalat dalam haji tersebut.

6) Di waktu shalat berikutnya, tampak Ibn Mas'ud bermakmum di belakang 'Utsman. Maka beliau ditanya, "Apakah engkau rujuk dari pendapatmu?"

7) "Tidak, demi Allah", ujar Ibn Mas'ud. "Tetapi perpecahan itu buruk." Fahaman benar, tepat, & indah. Semoga Allah ridha pada mereka semua.

8) Kisah lain; Imam Ahmad ibn Hanbal dalam suatu pendapat menyatakan bahwa orang yang keluar darah mengalir, maka wudhu'nya dihukumi batal.

9) Lalu ada yang bertanya pada beliau RhmhLlh, "Apa kau mau bermakmum di belakang Imam yang mimisan (keluar darah dari hidung) saat shalat?

10) Maka beliau menjawab, "SubhanaLlah; bagaimana mungkin aku tidak mau shalat di belakang Imam Malik, Sufyan Ats Tsaury, Imam Al Auza'i?

11) Beliau menyebutkan nama-nama para 'Alim nan mulia itu; yang mana mereka berpendapat bahwa keluar darah tidaklah membatalkan shalatnya.

12) 'Abdullah ibn 'Abbas & Zaid ibn Tsabit, RadhiyaLlahu 'Anhuma, juga berbeda pendapat dalam banyak hal; salah satunya soal waris/faraidh.

13) Menurut Ibn 'Abbas; bagian kakek sama dengan ayah kala tiada. Tak demikian menurut Zaid. Ibn 'Abbas sampai berkata, "Ana sa-ubahiluh.."

14) "Aku akan bermubahalah dengan dia! Bagaimana mungkin dia bedakan bagian kakek dengan ayah tapi tetap samakan bagian anak dengan cucu!"

15) Tapi ketika ada kerabat Ibn 'Abbas mengalami persoalan itu; beliau justru undang Zaid ibn Tsabit, dimintai fatwa untuk menyelesaikannya.

16) Saat Zaid ibn Tsabit pulang, Ibn 'Abbas menuntun keledai Zaid & bermaksud mengantar beliau hingga ke rumahnya. Zaidpun merasa tak enak.

17) "Tak usah begitu duhai putra Paman RasuluLlah, tak perlu engkau menuntun keledaiku!" Mendengar hal tersebut, Ibn 'Abbas pun tersenyum.

18) "Beginilah kami diperintahkan", ujar Ibn 'Abbas, "Untuk memuliakan 'ulama kami." Zaid ibn Tsabit menukas, "Perlihatkanlah tanganmu."

19) "..duhai sepupu RasuluLlah!" Maka Ibn 'Abbas pun menunjukkan tangannya & segeralah Zaid mencium serta mengecupnya dengan penuh ta'zhim.

20) Ibn 'Abbas amat terkejut dan menegur Zaid, "Apa ini wahai sahabat RasuluLlah? Apa ini wahai penulis Al Quran dan faqihnya kaum Anshar?"

21) Maka Zaid tersenyum, "Demikianlah kami diperintahkan, tuk memuliakan keluarga & ahli bait RasuluLlah ShallaLlahu 'Alaihi wa Sallam."

22) Moga Allah ridhai mereka semua; yang luas ilmunya, dalam fikihnya, lapang dadanya, jelita akhlaqnya. Moga kita dimampukan meneladaninya.

23) WaLlahu A'lam bish shawab. إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت و ما توفيقي إلا بالله عليه توكلت و إليه أنيب


*https://twitter.com/salimafillah

Apalah Arti Sebuah Golput

Written By Admin on Selasa, 24 Desember 2013 | 14.27

Komentar seorang sahabat di sebuah catatan saya terdahulu menggelitik saya untuk membuat tulisan tentang Golput.

Dalam pilihan strategi, ada strategi yang sifatnya aktif (contending, mediating, problem solving) ada pula yang tidak aktif. Strategi inaction (tidak melakukan apapun) dan withdrawl (mundur dari medan negosiasi) merupakan dua strategi yang pelakunya secara sengaja tidak bergerak aktif. Dalam perhitungan pelaku, dengan bersikap pasif, ia akan mampu menciptakan alternatif perolehan baru yang lebih bagus daripada peluang-peluang perolehan di meja perundingan.

Dalam “medan” pemilu, pemilih dihadapkan pada beberapa opsi tindakan, yang secara garis besar terbagi menjadi dua kelompok: memilih (aktif) dan tidak (pasif). Masing-masing opsi diyakini mampu menyuarakan kepentingan sang pemilih, sehingga memilih atau golput dianggap sebagai strategi yang “viable” untuk dilakukan.

Dalam tulisan ini, saya berpendapat bahwa golput bukanlah strategi yang viable untuk dilakukan. Syarat strategi agar viable, adalah:
  • mampu menyuarakan kepentingan pelakunya
  • mampu menghadirkan posisi yang berbeda
Dalam kasus pemilu, golput menjadi “mandul” dalam menyuarakan kepentingan dan posisi pelakunya karena ada satu cacat besar dalam sistem pemilu: tidak ada batas minimum partisipasi untuk menentukan keabsahan pemilu.

Dalam pemilu, suara golput adalah suara yang terbuang. Misal dalam sebuah pemilu 99% golput pun, pemilu tetap akan sah dan pemenangnya ditentukan oleh 1% yang memilih.

Ini jelas berbeda dengan sidang parlemen, yang memiliki batas minimum partisipasi sehingga dinyatakan sah. Dalam sidang parlemen, langkah satu kelompok politik untuk memboikot sidang (tidak hadir, keluar dari forum, protes dsb) menjadi penting. Jika jumlah mereka cukup banyak, kelompok protes ini dapat memaksa terjadinya deadlock dengan terus-menerus menunda sidang. Sikap withdrawl mereka ini secara lantang menyuarakan kepentingan mereka sekaligus memberikan peluang perolehan baru; pada satu titik pihak lawan akan tidak bisa menerima penundaan, dan “terpaksa” berkompromi.

Ini kisah nyata di Indonesia; saya teringat ada beberapa kelompok politik yang “menyandera” rapat di parlemen dengan berulang kali tidak hadir, sebagai bentuk protes terhadap kelompok politik lain yang dinilai “terlalu keras” dalam mengawal anggaran.

Nah, ketiadaan batas minimum partisipasi dalam pemilu tentu harus diperhatikan oleh pemilih. Alih-alih menjadi sikap protes dan “menyandera” pihak lawan, golput justru secara tidak langsung mengukuhkan status quo. Jika niatnya memang ingin “menghukum” status quo, maka memilih lawan yang paling berpeluang menjadi oposisi adalah protest vote yang paling tepat (menurut saya). Tidak seperti golput, suara protes ini masuk dalam rekap perhitungan dan akhirnya akan menentukan hasil pemilu.

Misalnya, dalam sebuah tempat ada 1000 orang dengan tiga partai yang bertarung di pemilu.

Partai A adalah partai berwatak jahat. Pendukungnya 350 orang.
Partai B adalah partai hura-hura. Pendukungnya 300 orang.
Partai C adalah partai anak bawang. Pendukungnya 250 orang.
Masih ada suara yang protes, 100 orang.

Idealnya 100 orang itu buat Partai D. Tapi jika tidak bisa, apa pilihan mereka?

Jika golput, maka yang akan menang adalah Partai A berwatak jahat yang musuh masyarakat (setidaknya, musuh 100 orang itu). Partai A akan mendapatkan 350 dari 900 suara (~40%). Bisa menguasai parlemen!

Tapi jika 100 orang itu memilih Partai B hura-hura, maka mereka bisa menghukum A dengan mengalahkan A dan memenangkan B (40%)! Perolehan suara Partai A akan 350 dari 1000 suara (35%).

Bahkan jika misalnya protest vote itu tidak sepenuhnya ke Partai B, namun terbagi ke B dan C, maka tetap saja A akan “terhukum” dengan turunnya prosentase suaranya (dan ini bisa berakibat pada hilangnya kursi di suatu dapil etc dll).

Perhitungan semacam ini menjadi sangat penting untuk dipahami. Parpol status quonjika menghadapi resistensi yang terlalu kuat, bisa menawarkan alternatif golput ke masyarakat. Dengan demikian, suara masyarakat akan terbuang, tidak menggemukkan lawan parpol status quo tersebut. Inti strateginya: golput is better than voting the others.

Sebaliknya, beberapa parpol yang ingin menggulingkan status quo akan berjuang untuk menyelamatkan setiap suara. Jangan sampai ada yanb golput. Karena itulah dulu pernah ada kampanye bersama PDIP-PPP demi membendung Golkar. Demokrat dan Partai Hijau pun sempat kampanye bersama untuk membendung Republik. Lebih baik memilih partai (non-status quo) lawan, daripada golput atau memilih status quo. Inilah hakikat aliansi antar-parpol, atau melimpahkan suara sisa ke parpol lain (masih boleh nggak ya?)

Karena itu, rekan-rekan, saya kembali menggarisbawahi: selagi tidak ada batas minimum partisipasi dalam sistem pemilu/pilkada/pilpres kita, golput merupakan strategi yang tidak layak guna. Golput tidak akan mampu menyuarakan protes kita, dan setiap suara yang golput berarti akan terbuang sia-sia. Lebih parah lagi, bisa saja suara golput itu tanpa sengaja memenangkan suara Partai A berwatak jahat yang dibenci masyarakat.

Jadi, apalah arti sebuah golput? Banyak artinya, tapi bukan sebagai protest vote!
http://www.nabawia.com

PKS Sambut Gembira Disahkannya Undang Undang Desa

Written By Admin on Rabu, 18 Desember 2013 | 15.09


Oleh Fahri Hamzah
F-PKS DPR RI

UU PWP3K (pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil) telah disahkan.

UU tentang Desa menjelang disahkan...

#Undang2Desa layak kita rayakan...kini desa menjadi pemain dalam proses pembangunan...

#Undang2Desa adalah perayaan tentang kebebasan Desa...dan pengakuan atas eksistensi-nya. .

Pak SBY mengatakan bahwa #Undang2Desa adalah tonggak sejarah baru Indonesia.

Kini dengan #Undang2Desa ini menyebabkan desa punya dasar yang lebih kuat...tidak lagi embel2..

DESA kini adalah subyek pembangunan dan bukan lagi obyek seperti sebelumnya...

Dalam otonomi yang kita telah perluas..maka sdh layak otonomi kita perluas sampai desa..

Sekarang sudah disahkan. Dengan #Undang2Desa ini maka Desa akan makin mandiri...

Pemerintahan Desa, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Musyawarah Desa, BUMD, Peraturan Desa, Aset Desa, dll.

Dan masih banyak lagi yang merupakan instrumen yang tersedia dlm #Undang2Desa bagi pengelolaan Desa mandiri...

Kini semua tersedia...desa telah kita bebaskan untuk mengelola dirinya sendiri...

Tapi ada satu peringatan saya...yaitu tentang uang yang akan dikirim ke sekitar 73.000 desa...di seluruh NKRI.

Jumlahnya mendekati 1 Milyar setiap tahun APBN...Dan akan dikelola secara mandiri...

Ini miriplah dengan otonomi sebelumnya di tingkat kabupaten dan kota...kita menyambutnya secara gempita...

Ini memang konsekuensi dari Otonomi yang dituntut bangsa kita...

Tapi, setelah itu kita menyaksikan massifnya "raja2kecil"..so what?

Kalau kemarin ada 500-an raja2 kecil di tingkat kabupaten/kota setelah UU Otonomi Daerah. ..kini ada 73.000...

Di 73.000-an spot itulah titik api bisa menyala...dan membakar Indonesia Raya...

Jika kita gagal mengelola...ini bisa jadi bencara...dan bencana itu bisa membuat kita patah...

Sekarang saja dengan lebih dari 50% kepala daerah telah didelik berbuat pidana korupsi...kita mulai kewalahan.

Karena ketika transfer daerah sangat besar bahkan mencapai 500-an Trilyun...maka korupsi juga merajalela...

Saya peringatkan kapasitas pemerintah dalam mengelola keuangan transisi...jangan bodoh kelola #Undang2Desa.

Jangan sampai nanti akan ada parade korupsi di desa karena sumber keuangan dan kewenangan desa ditambah..

Korupsi adalah problem sistem bukan moralitas semata. ..moralitas di desa dan kota sama saja...

Mari kita sambut #Undang2Desa dengan gembira penuh kewaspadaan...

GEMBIRA KARENA DESA MAKIN MERDEKA. ..WASPADA KARENA KEWENANGAN DAN UANG BISA JADI SUMBER BENCANA...

Selamat Datang #Undang2Desa....Sebagai orang desa...dan anak desa...saya bahagia...

Wong Ndeso dan Orang Desa bersatulah menyambut Undang Undang Desa...Semoga kita bebas katrok..kayak Tukul. Hehe..

http://www.pkspiyungan.org

Membongkar "Penyimpangan" PKS dan Kader-kadernya di Indonesia

Written By Admin on Kamis, 12 Desember 2013 | 11.05


Siang-siang dan saat hujan seperti ini, ditengah galau tingkat tinggi, saya ingin berbagi nih, tentang salah satu partai politik #PKS

tentang sepak terjangnya dan beberapa penyimpangannya di Indonesia. Semoga Masyarakat bisa sadar dan terbuka hatinya #PKS

oia, tweeps, saya mantan Kader Pendukung Partai #PKS ini, yg sdh sekitar 20 tahun dan sudah berkecimpung dgn berbagai sejarah partai ini

1. Berbicara partai yang satu ini memang tidak ada habisnya. Sejak muncul pertama kali tahun 98 yang kala itu bernama Partai Keadilan. #PKS

2. Sampai sekarang bernama PKS, sudah banyak penyimpangan2 yang dilakukan, baik ditingkat daerah ataupun ditingkat pusat. #PKS

3. Partai yang awalnya hanya punya 30.000-an kader itu, sekarang sudah 1 jutaan kader. #PKS

4. Berikut akan saya sampaikan beberapa penyimpangan2 PKS sejak dari tahun 2004 - Sekarang. #PKS

5. Pertama bisa dilihat dari kader Partai. Diantara kader2 partai yang lain, PKS paling mencurigakan. #PKS

6. Coba bayangkan, budaya kader partai sekarang ini, orientasinya kekuasaan, budaya tidak tahu malu, budaya egosime, dll #PKS

7. Tapi, PKS bener2 menyimpang dari budaya2 kader tersebut. Coba aja lihat dari tingkat kader di level kelurahan sampai pusat. #PKS

8. Contohnya banyak kader yang dicalonkan jadi anggota dewan, malah gak mau, atau bahkan mundur. Padahal kader2 partai lain berebutan #PKS

9. Contohnya lagi Presiden PKS yang ditunjuk jadi menteri atau jadi gubernur, melepaskan jabatannya sebagai presiden Partai. #PKS

10. Di Partai lain?? Bahkan Presiden RI aja jadi ketua umum Partai. Gimana PKS gak menyimpang dari Partai lain di Indonesia ini. #PKS

11. Contoh lainnya, banyak kader2 PKS malah blusukan setiap hari, bahkan bantu2 korban bencana. Padahal Pemilu masih Jauh. #PKS

12. seharusnya kannunggu pemilu/pilkada, baru turun ke masyarakat, itupun segelintir saja. Itukan budaya partai di Indonesia. #PKS

13. Ini kok malah menyimpang. Coba kita inget saat tsunami Aceh 2004. 20.000 relawan PKS dari seluruh Indonesia diterjunkan. #PKS

14. Bahkan memberikan bantuan senilai Rp. 55 Miliar dan membuat 150 titik Posko. Duit segitu buat Pilkada lumayan, malah disumbangkan #PKS

15. Padahal Pemilu 2004 sudah selesai waktu itu, buat apa coba PKS malah terjun jadi relawan. Bukannya duduk manis didewan. #PKS

16. Belum lagi aksi2 relawan pada saat banjir Jakarta 2007, Gempa Jogja dan Jateng 2006, dll. Cepat Tanggap banget bantu bencana. #PKS

17. Menyimpang banget dari partai2 lainnya.Yang biasanya kalau bencana, heboh diawal, setelah itu redup, hny sebatas bantuan satu hari. #PKS

18. Contoh penyimpangan lainnya, PKS itu jarang kompak dengan Partai lainnya kalau masalah anggaran dan kebijakan. #PKS

19. Dan juga berani sama atasannya. Contohnya masih ingatkan di bengkulu, Anggota DPRD yang laporin walikota Korupsi #PKS

20. Malah pelapor yang dipenjara karena pencemaran nama baik. Beberapa waktu kemudian, kasus korupsi walikota terbukti #PKS

21. Di DPR, PKS berseberangan dengan koalisi dalam kenaikan BBM. Malah dihujat dimana-mana. Padahal utk kepentingan rakyat. #PKS

22. Di level Kebijakan Publik, penyimpangannya lebih parah. Dari Budaya pemerintahan di level bupati sampai menteri #PKS

23. yang budayanya memperkaya diri sendiri dan keluarga, jabatan dinasti, dan program2 kerja turunan, #PKS

24. PKS malah menyimpang dari budaya tersebut. Bayangkan, aturan di PKS, dalam satu keluarga, hanya satu yg boleh jd caleg. #PKS

25. Di level Gubernur, ketika yang lain, sibuk pencitraan, dan mengamankan jabatan, PKS, malah panen penghargaan #PKS

26. bayangkan hampir seratusan penghargaan didapat oleh Gub. Jawa Barat dari PKS. Ini kan gak wajar. Menyimpang. #PKS

27. Belum lagi dilevel walikota, bandung misalnya, disaat yg lain import dari china untuk angkutan umum Bis. Di Bandung beda #PKS

28. lebih milih mobil listrik buatan anak Indonesia. Gak takut rugi apa ya? Kenapa gak sama2 import aja seperti yg lain2 #PKS

29. Terakhir, di Provinsi Banten, PKS menjadi partai yang paling transparan. Disaat yang lainnya menyembunyikan laporan keuangan #PKS

30. Ah, banyaklah penyimpangan2nya, terakhir, sebelum saya tutup, yang paling mengejutkan adalah pemasukan keuangan partai #PKS

31. setiap kader PKS setiap bulan berinfak utk kegiatan dan dakwah partai, bayangkan, jika satu orang Rp. 50.000 kali 1 juta kader? #PKS

32. Kira2 pemasukan Partai setiap bulannya sekitar Rp. 50 Miliyar . Luar Biasa. Itu diluar kalau ada bencana dan aksi sosial lainnya #PKS

33. Padahal budaya di partai lain beda. Mana ada yang mau jadi kader atau anggota partai yang disuruh bayar tiap bulannya. Menyimpang! #PKS

34. Dan banyak lagi penyimpangan-penyimpangan lainnya yang akan saya sampaikan di bagian selanjutnya atau di part 2. #PKS

35. Salam Indonesia Sejahtera. Semoga Masyarakat dapat melihat dengan sebenar-benarnya tentang sepak terjang PKS dan penyimpangannya di Indonesia #PKS

sumber : https://twitter.com/fajr_fatahillah

Yang Unik dan Ajaib dari Pemira PKS

Written By Admin on Senin, 02 Desember 2013 | 10.13



by @malakmalakmal

1) #PemiraPKS ini semacam sindiran ya, utk menunjukkan pemilu ideal itu kayak gmn.

2) Tau2 udah ada 22 kandidat aja. Kader2 terima aja, gak ada yg protes. Ya cuma ada di #PemiraPKS.

3) Knp terima aja? Gak kritis? Bukan gt, soalnya spt biasa, yg jd kandidat jg sebenernya gak mencalonkan diri. 

4) Krn gak mencalonkan diri, maka gak ada kampanye. Ini pemilu ideal bgt. Low cost! 

5) Gak ada yg berambisi, gak ada yg kampanye, gak ada black campaign. Enak bener! 

6) Makanya sy cuma nyengir pas ada yg menganalisis bhw PKS pecah gara2 #PemiraPKS.

7) Knp dibilang pecah? Krn dlm penglihatan dia, kader2 mempromosikan kandidatnya masing2. 

8) Ya itulah #PemiraPKS. Kandidatnya gak berkampanye. Kader yg lobi2. Tp gak ada sikut2an.

9) Kalo ditanya, "gmn kalo yg menang adalah kandidat yg tdk kita pilih?", maka kader pasti ok2 aja. 

10) Soalnya ke-22 kandidat itu emang bagus. Yg mana pun yg menang, bagus2 aja. Kader pasti solid. 

11) Siapa pun yg menang, gak ada barisan sakit hati. Yg gampang sakit hati udah keluar dari kemaren2 =) 

12) Di berbagai forum sy lihat kader2 saling diskusi siapa kandidat yg paling pas. Tapi gak ada yg saling menjelekkan. 

13) Kenyataannya gak semua kader boleh milih. Gak ada yg protes tuh. Enak bener pemilu kayak gini :D 

14) Kok bisa enak kayak gitu? Pertama, krn gak ada yg berambisi. Di partai ajaib ini, yg terindikasi pengen menang malah dicoret =) 

15) Kedua, krn semangat ukhuwah. Gak ada yg mau sikut2an. Mungkin berkat kasus2 belakangan juga sih, jd makin solid =)

16) Ketiga, krn semangat jamaah. Mmg hrs ada yg di depan dan ada yg di blkg. Semua punya posisi. Gak usah berebut. 

17) Gak ada tuh kader baru masuk trus menang pencitraan, sampe bisa menggeser yg jauh lbh senior =) 

18) #PemiraPKS jg unik krn semua kandidat gak ada yg 'instan'.

19) Apalagi yg bukan kader, biarpun duit bejibun, gak bakal masuk ke #PemiraPKS.

20) #PemiraPKS adalah bukti bhw PKS paling sukses lahirkan tokoh.

21) 22 kandidat di #PemiraPKS itu dikenal luas, bkn di intern aja. Pdhal PKS blm tergolong partai besar.

22) Dan tokoh2 ini benar2 lahir dari 'rahim' PKS, bukan dari tempat lain. Gak ada yg diimpor.

23) Coba deh bandingkan dgn partai2 besar. Andaikan diadakan semacam pemira, apa kandidatnya bisa sampe 22?

24) Dan kalau pun sampe 22 org, apakah semuanya bener2 kader yg lahir dari 'rahim' partai? Atau jgn2 ada kutu loncat?

25) Kalau indikasi kesuksesan partai adalah kemampuan lahirkan SDM handal, bukan cuma perolehan suara, well..... *isi sendiri* :D 

26) Dan semua yg saya sebutkan tadi adalah resep kuatnya organisasi. Mungkin tdk sukses secara instan, tapi lbh kokoh.

27) Jalan mmg berliku, tdk selalu mulus, dan musuh mengintai. Tp kalo kuda2nya kuat, akan selalu bangkit lagi =)

28) Ini sy kasi contoh lain mengapa #PemiraPKS itu cakep.

29) Yg bikin #PemiraPKS cakep, menurut sy, adalah diskusinya. Masing2 punya alasan memilih kandidatnya.

30) Saya, misalnya, lbh memilih Kang Aher. Kok bukan ust Anis? Ya, soalnya beliau cocok di posisi yg skrg.

31) Tp ada jg yg berpendapat Kang Aher sukses banget di Jabar. Jd biar beliau di sana. Argumen ini valid jg.

32) Lalu ada yg berpendapat pr kepala daerah sukses2, mending jangan diplot jd presiden. 

33) Ada jg yg berpendapat ust Anis jadi capres RI aja. Knp? Krn kader2 PKS mah aman2 aja mo dipimpin siapa aja =)

34) Lesson 1 : semua argumen itu bernas. Jadi kita pilih yg paling bagus dr yg bagus2. Semua bagus.

35) Lesson 2 : argumennya seputar PEMBAGIAN tugas, bukan PEREBUTAN jabatan. 

36) Jadi, yg milih Kang Aher bukan menganggap yg lain jelek, tapi krn merasa ada pos yg lbh pas bwt mereka.

37) Demikian jg yg milih ust Anis dll jg tdk menganggap kandidat lain jelek. Ini cuma masalah pembagian pos dakwah.

38) Bandingkan diskusi td dgn pemilu2 sejenis. Apa yg dibicarakan adalah pembagian tugas? Atau sekedar saling jegal?

39) Itulah serunya #PemiraPKS. Tp kalo bwt media sih gak seru, abis gak ada konflik. Apa yg mo diberitain? LOL

40) "You are what you believe. Be mindful with your mind"
http://www.pkspiyungan.org/

"MUSLIHAT KPK SEMBUNYIKAN KASUS BESAR" by @Fahrihamzah

Written By Admin on Jumat, 29 November 2013 | 11.40



"MUSLIHAT KPK SEMBUNYIKAN KASUS BESAR" 

by @Fahrihamzah

KPK sibukkan diri dengan kasus kecil supaya bisa sembunyikan kasus besar...seperti mega skandal #CENTURY

Kalau KPK sadar UU KPK maka kasus kecil harusnya dibuang ke POLRI...dan Kejaksaan...

KPK gak akan mengeluh kekurangan tenaga kalau mereka sadar bahwa UU menghendaki ‘orkestra’ pemberantasan korupsi.

Gaji penyidik KPK sampai 5-6 kali gaji penyidik POLRI...biaya 10 kali atau tak terbatas...ini sumber tenaga besar.

Kewenangannya dikasi tenaga lagi; boleh melanggar KUHAP...tapi kenapa tenaga besar dipakai membunuh cicak bukan buaya?

Saban hari bicara betapa korupsi merusak dan merajalela tapi tiap hari juga menghindar dari sumber masalah..

Setiap hari bikin ribut ada ancaman naga tapi setiap hari membunuh cacing tanah...

Waktu KPK dikasi tahu baek2 kasus ini...bahwa masalah ini terlalu terang..eh dia bilang sulit... krn mereka terlibat kok.

Bentar lagi pasti ada yg tangkap tangan lagi deh...cacing tanah dan cicak lagi diintip...hap! lalu ditangkap...

Lalu dia bilang ada simpanan dan mengalirkan TPPU ke artis dangdut...bla..bla...

Riset media saya kemarin menunjukkan kasus ganjil pemeriksaan Boediono sudah dilupakan...

Demonstrasi wartawan di gedung KPK bahkan oleh wartawan sendiri tak kuasa dikembangkan...

Kasus #CENTURY ini adalah saksi pertunjukan KPK untuk menghibur belaka bukan menyelesaikan masalah..

Kita penonton lugu menganggap nya gratis...tapi kita akan bayar mahal...destruksi ini fatal...


*https://twitter.com/Fahrihamzah

Kultwit Quo Vadis Koalisi Partai Islam

Written By Admin on Rabu, 27 November 2013 | 08.32


Wacana koalisi partai Islam beberapa pekan ini kembali mencuat ketengah-tengah publik. Mungkinkah koalisi itu bisa terwujud ?

Berikut kita simak kultwit dari @Erwyn2002 tentang "Quo Vadis Koalisi Partai Islam".


1). Quo Vadis Koalisi Partai Islam

2). Galibnya jelang pemilu, wacana koalisi partai Islam kembali mencuat ke ruang public

3). Beragam alasan mengemuka: demi persatuan umat, menyelamatkan suara umat, agar partai Islam menang, dan lainnya

4). Pertanyaannya, bisakah koalisi partai Islam terwujud? Jika melihat sejarah, tentu saja bisa terjadi

5). Namun, sejarah juga mencatat bahwa partai Islam berhimpun untuk kemudian terpecah

6). Ingat bgmn Syarikat Islam yang diniatkan mempersatukan umat namun akhirnya tercerai berai karena disusupi komunisme?

7). Tahun 1945, kita juga punya Masyumi sebagai wadah tunggal politik Islam. Ada Muhammadiyah, NU, PSII, PUI, Al-Irsyad, dan sebagainya

8). Hanya dua tahun Masyumi bertahan dari perpecahan. Tahun 1947 PSII keluar. Puncaknya pada 1952 saat NU memutuskan hengkang

9). Almarhum Anwar Harjono mengistilahkan keluarnya NU dari Masyumi sebagai "tragedi besar"

10). Koalisi partai Islam yang sekarang diwacanakan, bagi saya, berpotensi mengulang sejarah yg sama

11) . Salah satu sebab utamanya karena sifatnya yang by accident; kepentingan sesaat yakni untuk pemilu 2014

12). Koalisi semacam ini hanyalah sebuah kerumunan dan tak akan bertahan lama

13). Kerumunan itu seperti orang menyaksikan kebakaran, kecelakaan atau perampokan. Secepat kilat orang datang utk melihat dan mencari info

14). Kian lama kian banyak yg datang. Kerumunan besar tercipta. Tapi sangat singkat waktunya. Usai tahu yg terjadi, kerumunan akan sirna

15). Kerumunan bersifat cair, berbeda kelompok, beragam kepentingan dan tidak mengikat. Agendanya pun berjangka pendek; tdk berjangka panjang

16). Potret kerumunan semacam inilah yang kerap dipertontonkan elit-elit umat jelang pemilu. Dan hari ini, potret itu akan diperlihatkan lagi

17). Gemar berkerumun sudah saatnya ditinggalkan karena sifatnya yg pragmatis, tidak sistematis, dan tiada blue print untuk memajukan umat

18). Bahaya berkerumun pernah diingatkan Nabi saw. Suatu saat, kata beliau, umat akan seperti buih yg terombang-ambing walau jumlahnya banyak

19). Berkerumun harus diganti dg berhimpun. Dg berhimpun, agenda berjangka panjang, tak sesaat, tali ukhuwah tercipta&barisan teratur rapi

20). Salah satu contoh terbaik sebuah himpunan adalah @PKSejahtera. Mereka solid, tangguh, dan teratur rapi serta militant

21). Berhimpun seperti @PKSejahtera memiliki banyak kelebihan: soliditas terjaga, posisi tawar tinggi, izzah umat terawat.

22). Dengan berhimpun kita tak seperti pendorong mobil mogok. Dibutuhkan saat mobil mogok, setelah jalan, kita ditinggal pergi

23). Umat tentu akan sangat gembira jika koalisi tak cuma untuk kepentingan sesaat: mengusung capres, misalnya

24). Tapi koalisi yg permanen, jangka panjang&utk kemaslahatan umat. Sehingga tak perlu lagi ada pertanyaan: quo vadis



Erwyn Kurniawan - @erwyn2002










http://www.islamedia.web.id

Politik Citra dan Kampanye Virtual

Written By Admin on Jumat, 15 November 2013 | 07.30


 
Ribut Lupiyanto*
Pengamat Sosial Politik

Demokrasi di era informasi sangat kental dengan politik citra. Yasraf A. Piliang (2005) menyebutkan fenomena politik seperti ini sebagai ontologi citra (being images). Politik citra memiliki konotasi positif sekaligus negatif. Politik citra positif mengemas realita agar benilai politis, sedangkan politik citra negatif adalah merekayasa keadaan dengan menyembunyikan atau bersifat seakan-akan. Media pendongkrak citra cukup variatif mulai dari media elektronik, media cetak, hingga media virtual.

Peraturan KPU No 01 Tahun 2013 Pasal 20 menegaskan bahwa kampanye pemilu salah satunya dapat berbentuk layanan pesan singkat dan jejaring sosial melalui Facebook, Twitter, email, website dan lainnya. Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 juga membatasi pemasangan alat peraga kampanye. Jagad maya dengan demikian menjadi medan potensial bagi kampanye Pemilu 2014.

Peta Virtualitas

Virtualitas partai politik dapat ditelusuri dari dinamika virtual melalui website dan media sosial. Kualitas website dapat diamati melalui pemeringkatan yang dilakukan Alexa Internet-Inc (USA).

Peringkat pertama menurut Alexa Internet-Inc (USA) per tanggal 11 November 2013 diduduki Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Website PKS yang terbaik justru berada di pengurus bawah. Website tersebut dimiliki pengurus tingkat Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY. Website PKS Piyungan (www.pkspiyungan.org) secara fenomenal menempati urutan 475 dan menjadi satu-satunya website parpol yang menembus 500 besar.

Peringkat selanjutnya secara berurutan diduduki Partai Demokrat (www.demokrat.or.id), PAN (www.pan.or.id), PKB (www.pkb.or.id), PPP (www.ppp.or.id), Partai Gerindra (www.partaigerindra.or.id), PDIP (www.pdiperjuangan.or.id), Partai Nasdem (www.partainasdem.org), PBB (www.bulan-bintang.org), Partai Hanura (www.hanura.com), dan Partai Golkar (www.partaigolkar.or.id). Website PKPI (www.pkpindonesia.or.id) tercatat dalam konstruksi atau perbaikan. Website Partai Demokrat menempati urutan 10.830, PAN 13.409, PKB 19.468, PPP 20.498, Partai Gerindra 21.491, PDIP 38.003, Partai Nasdem 42.420 , PBB 51.376, Partai Hanura 79.304, dan Partai Golkar 83.030.

Media virtual yang paling dinamis adalah Facebook dan Twitter. Kualitas Facebook dapat dilihat dari pertemanan, sedangkan Twitter melalui pengikut (followers). Aspek lain adalah tingkat updating status atau tanggapannya. Beberapa politisi yang aktif di Twitter dan memiliki follower banyak diantaranya Tifatul Sembiring, Budiman Sujatmiko, Aburizal Bakrie, Akbar Faisal, Lukman Hakim Saifuddin, dan lainnya.

Kritik atas follower tokoh adalah banyaknya pengikut akun hantu yang diduga dijaring melalui mesin perekrut follower otomatis. Penelitian Prapancha Research (2013) menunjukkan akun @SBYudhoyono 29% pengikutnya adalah akun pasif dan 35% diduga akun hantu. Akun @tifsembiring (Tifatul Sembiring) yang dikenal aktif ber-twitter, diduga memiliki 34% pengikut palsu dan 43% tidak aktif. Pengikut @hattarajasa (Hatta Rajasa) 35% diduga palsu dan 39% tidak aktif; pengikut @prabowo08 (Prabowo Subianto) 34% diduga palsu dan 40% tidak aktif, serta pengikut @aburizalbakrie (Abu Rizal Bakrie) 27% diduga palsu dan 42% tidak aktif.

Pasar Nitizenship

Warga di dunia maya (nitizenship) meledak keras beberapa tahun belakangan ini. Media sosial menjadi wahana terpadat dalam lalu lintas komunikasi virtual antar manusia. Kementerian Kominfo RI mencatat pada tahun 2012 pengguna internet mencapai 55 juta orang, Facebook 44,6 juta orang, dan Twitter 19,5 juta orang di Indonesia. Angka ini menjadi pangsa pasar politik yang potensial. Jika digarap serius maka kampanye virtual berpotensi memiliki daya elektoral lebih baik dibandingkan kampanye konvensional.

Kampanye virtual memiliki daya jual bagi parpol dan caleg karena beberapa keunggulannya. Pertama adalah ramah lingkungan. Kampanye ini sangat efektif meminimalisasi hadirnya sampah visual dan fisikal. Kedua, kampanye virtual lebih efektif. Kampanye ini secara singkat mampu menjangkau wilayah luas dan objek yang tidak terbatasi jarak dan luas. Ketiga, ongkosnya murah. Biaya hanya dibutuhkan untuk desain, membuat domain, akses internet, dan atau insentif admin. Keempat, kampanye virtual dapat menekan praktek politik uang, sebab komunikasi tidak dilakukan dengan bertatap muka langsung. Kelima, memiliki ruang dan waktu yang tidak terbatas dalam menyampaikan gagasan dan visi-misi politik.

Efek elektoral dari kampanye virtual akan ditentukan oleh dua faktor, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Faktor kuantitatif antara lain updating informasi, jaringan virtual, jumlah pengikut, aktifasi berkomunikasi, dan lainnya. Faktor kualitatif ditunjukkan oleh konten, desain tampilan, etika berkomunikasi, dan lainnya. Praktek kampanye virtual mesti memegang komitmen politik santun, bermoral, dan bertanggungjawab. Regulasi kepemiluan juga harus tetap ditegakkan. Pemenang perang virtual adalah mereka yang mampu mengoptimalikan dua faktor tersebut.

Virtualisasi akan memberikan efek positif bagi proses pendidikan politik masyarakat. Akhirnya kedaulatan tetap di tangan rakyat. Kita tunggu parpol, caleg, dan capres mana yang memiliki virtualitas baik di tahun politik ini.


*Kolom Opini HARIAN NASIONAL Edisi 12 November 2013 'Virtualitas Politik Menjawab Ledakan Nitizenship'
http://www.pkspiyungan.org

"DEMOKRASI, KEPEMIMPINAN & MURSI" | twit by @gm_gm

Written By Admin on Selasa, 12 November 2013 | 09.47


dari twitnya @gm_gm (goenawan mohamad)


Presiden RI di puncak kejayaan disanjung. Tp di akhir masa bakti dicibir. Karakter atw gejala? Mohon pencerahan. (@Ahailuki)
 
1) Perubahan dari sanjungan ke celaan itu berbeda dari presiden ke presiden. Yg kurang tepat, jika hanya satu sisi yg dilihat.

2) Kebiasaan menilai seorang pemimpin hanya dari satu sisi (disanjung atau dikecam) tak baik bagi kecerdasan bangsa.

3) Demokrasi, dan cara penggantian pemimpin yg ajeg & damai, akan tumbuhkan sikap yg tak hanya memuja atau mengecam.

4) Hasil positif Reformasi: melembagakan proses pergantian pemimpin dgn teratur. Kita bisa memilih dan bisa menggantinya.

5) Dgn cara seleksi dan suksesi yg bebas dan damai, akan tampak apa yg positif dan negatif dlm diri seorang pemimpin.

6) Kesalahan mereka yg mencopot Pres. Mursi sebelum akhir masa jabatannya kini tampak: Mesir kacau, demokrasi mati.

7) Bekerja dgn tekun utk demokratisasi itu berat tapi perlu. Bersikap sinis thd demokrasi itu lebih mudah, tapi itu sikap benalu.

8) Demokrasi itu proses, bukan bentuk jadi. Demokrasi itu bukan sistem yg sempurna, tapi yg dgn teratur dan damai bisa selalu diperbaiki.

9) Demokrasi kita kini terancam oligarki, kekuasaan orang2 kaya dan kekuasaan karena kaya. Kita harus cari jalan mengalahkannya.

*https://twitter.com/gm_gm/

"Ketika PKS Menjadi Target Berlapis, Mereka Lupa Satu Hal"

Written By Admin on Senin, 11 November 2013 | 08.28


Semua sangat bisa dibaca settingan dan hitungannya

Sebelumnya; banyak yang bertanya, mengapa saya belum melanjutkan bagian tetakhir tulisan saya tentang, deception operation ala intelejen kepada PKS

Ada alasan saya menunda tulisan terakhir saya; karena pihak pemesan settingan yang menjadikan PKS sebagai target, menunggu pertempuran bagian kedua

Setelah urusan 'panas' fathanah selesai dan nanti keluarnya vonis pengadilan buat ustadz luthfi hasan ishaaq

Akan masuk 'pertempuran' kedua yaitu pengadilan huru hara yudi setiawan sang psikopat ambisius

Lucu saya sampai katakan yudi setiawan seorang psikopat ambisius; pernyataan saya terkait penjabaran yudi setiawan yang selalu memakai sarana white board untuk menjelaskan alur alur dan bukti bukti

Bagi saya; hal itu sebuah bukti indikator seorang yudi setiawan seolah tak mau 'sedikitpun' ada yang lupa sesuai settingan pesanan alur alur ke PKS, sangat textbook dan mungkin yudi setiawan memang sudah berubah menjadi mesin pembunuh karakter PKS

Sosok yudi setiawan yang orang golkar karena sebelumnya menduduki bendahara umum GEMA MKGR; adalah antek 'pesuruh' seorang tomy winata

Bicara karakter; antara fathanah dan yudi setiawan memang sangat berbeda...

Fathanah yang easygoing, ramah dan santai lebih menganggap persidangan itu sebuah proses mendengarkan saksi saksi

Tapi kalau seorang yudi setiawan itu ibarat orang yang pendendam; ambisius dan tersistematis alias textbook bagaimana satu demi satu lembaran pembusukan dan pembunuhan karakter kepada PKS dilakukan..

Fathanah mungkin punya kelemahan tidak serius dan santai mengembangkan kasusnya untuk memojokkan seorang LHI, justru easygoing dan kesantaian fathanah menjalani persidangan berdampak dirinya tersibghoh suasana persidangan hingga akhirnya diri fathanah malah menggunakan hati nurani nya untuk meminta maaf kepada orang yang dia jebak sendiri yaitu LHI

iIni akan sangat berbeda dengan sosok yudi setiawan...

Ada motivasi tersendiri sang ambisius yudi setiawan (maaf; bukan bermaksud RASIS), yudi setiawan yang non muslim memang lebih bebas dan 'menyakitkan' untuk memukul; toh dia bukan muslim; apalagi yang dia pukul adalah partai islam yang memang benar benar islam dan selalu berpedoman kepada nilai nilai keislaman dalam berpolitik; bagi yudi setiawan ini adalah jihad versi agamanya; jihad untuk menghancurkan sebuah partai islam terbesar di indonesia..

Luar biasa memang motivasi yang ada pada diri yudi; dan inilah mengapa saya katakan dia (yudi setiawan; red) adalah sebuah mesin sempurna..

Mesin yang mudah untuk disetting dan menerima pesanan; di kepalanya cuma ada satu; PKS hancur, PKS hancur!

Berhadapan dengan sebuah mesin seperti yudi setiawan yang sudah tersetting; sebenarnya cuma ada satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan 'mematikan' nya..

Mematikannya dengan balik membongkar semua kebusukan seorang yudi setiawan yang merupakan antek seorang tomy winata..

Melihat kasus bank BJB yang beraroma dendam seorang tomy winata atas kegagalannya mengakuisisi serta memiliki bank BJB kedalam bagian artha graha group.

Dulu saya pernah beritahukan; semua ini bisa dibaca ketika miranda s goeltom ditangkap KPK terkait cek pelawat (yang cek nya diberikan oleh perusahaan sawit milik artha graha group); dan ternyata miranda bertugas memberi keputusan tentang sebuah bank itu sehat atau tidak; dan apabila ada bank yang menjadi target artha graha group untuk dikuasai kepemilikannya maka tugas miranda membuat bank tersebut bermasalah...

Dan bank BJB yang termasuk bank potensial akhirnya menjadi target incaran artha graha group

Dan kebetulan; bank BJB yang komisaris utamanya adalah gubernur jawa barat dan seorang kader PKS menolak tawaran akuisisi yang ditawarkan artha graha group.

Tomy winata merasa berurusan dengan bank BJB dan PKS.

Dan akhirnya terjadilah huru hara yudi setiawan dengan bank BJB.

Komisaris artha graha ada juga nama hendropriyono 'orang' dibalik pemesan settingan kepada fathanah.

Klop lah rangkaian 'bom' untuk PKS

Diluar itu semua; saya menangkap ada asas saling memanfaatkan yang dilakukan juga oleh pihak istana

Dengan mensetting waktu persidangan

Bukankah hal yang aneh; waktu persidangan yudi setiawan menunggu persidangan fathanah dan LHI selesai.

Seolah olah sengaja menjadikan dua persidangan itu sebuah ajang untuk menggoreng dan membangun opini pembusukan kepada sebuah partai bernama PKS.

BAP dan bukti bukti kasus yudi setiawan dari kejaksaan sudah diserahkan ke pengadilan sejak lama; tapi mengapa persidangan kasusnya belum dilaksanakan.

Penetapan waktu untuk menunggu momentum

Ibaratnya PKS adalah samsak yang siap dipukul bergiliran

Persidangan fathanah dan LHI selesai bulan ini; setelah itu masuk persidangan yudi setiawan dan selesainya diperkirakan bulan februari 2014

Bukankah seperti sebuah settingan pembusukan yang tersistematis

Dan tahun 2014 tahun pertempuran politik

Ironis bukan; semua menempatkan PKS menjadi target berlapis

Dengan tujuan mempengaruhi pemilih agar tidak memilih PKS pada 2014

hmmmm

Mereka bergerak secara sistematis dan masif; tapi ada satu kesalahan fatal yang tidak dimiliki mereka didalam operasi pembusukan dan penghancuran kepada PKS.

Mereka tidak memiliki niat dilandasi demi Allah rabb semesta alam dan demi Rosulullah SAW didalam menyukseskan operasinya.

Mereka hanya dilandasi nafsu dan ambisi setan kekuasaan

Sementara; PKS memiliki kekuatan itu; kekuatan niat perjuangan dengan berlandaskan ridho Allah rabb semesta alam dan semangat seperti yang dimiliki para sahabat rosulullah SAW

Mereka (para pembuat settingan) lupa; bahwa Allah lah sebaik baik nya pembuat makar, bukan yang lain nya...

-bang DW-

"Keadilan Bukan Jalan Perang dan Balas Dendam" by @Fahrihamzah

Written By Admin on Rabu, 30 Oktober 2013 | 10.46









by @Fahrihamzah


1) Tidak ada yg lebih otoritatif dalam berbicara pemberantasan Korupsi di Indonesia kecuali PROF ROMLI..

2) PROF ROMLI adalah perumus hampir semua RUU pemberantas korupsi.

3) Akan ada waktunya semua kita kaget dengan apa yang terjadi di pemberantas korupsi kita.

4) Persis seperti Amerika sekarang..."global war on terror" begitu heroik...korbannya amerika sendiri.

5) Tak perlu diyakinkan...lihat aja nanti...memang ini belum massif karena presiden belum terlibat jauh...

6) Tapi presidennya sudah mulai linglung... pidato ngalor ngidul tidak meyakinkan...

7) Orang2 yang menegakkan hukum dengan adil akan nampak di wajahnya aura yang meyakinkan..

8) Orang2 yang mempermainkan hukum untuk tujuan perang dan popularitas mukanya clingak-clinguk...meragukan..

9) Lihat wajah Walker Bush itu...kalau dia bukan presiden amerika maka dia itu penjahat perang...

10) Hanya karena negara dia masih kuat dan berpengaruh kita tak berani mengadili nya..tapi dunia tambah kacau..

11) Kalau kita zalim kepada orang pasti terasa di hati kita...kita pasti tambah gelisah...tepuk tangan hanya tipuan sementara...

12) Hukum tidak bisa kita tegakkan di atas pujian...logika hukum dan pujian publik tak dapat bersanding...

13) Kebenaran Hukum mendasari diri pada temuan faktuil dan mengalami ujian ilmiah...perdebatan antara para pihak...

14) Kebenaran publik muncul secara spontan didorong oleh mood dan sifatnya sementara...publik mudah berbalik...

15) Tapi memakai logika PROF ROMLI. .perang ini memerlukan pahlawan tak memerlukan keadilan...

16) Lihatlah nanti kalau belang pahlawan tersingkap...mood publik akan berbalik...seperti kita melihat MK dulu dan sekarang.

17) Semoga semua segera sadar untuk kembali ke jalan hukum dan keadilan...bukan jalan perang dan balas dendam..

18) Sekian, selamat membaca PROFROMLI SINDO hari ini.
http://www.pkspiyungan.org

"HEGEMONI MAFIA vs PKS"

Written By Admin on Jumat, 25 Oktober 2013 | 14.18


HEGEMONI MAFIA vs PKS

*by Bang DW

Status ini merupakan 'pemanasan' sebelum saya menjawab operasi penyesatan ala intelejen kepada PKS ("DECEPTION OPERATION OF INTELLIGENCE FOR PKS" Part II -ed).

1) Ada hukum sebab akibat, ada api yang menyebabkan asap begitu banyak menutupi mata

2) "..PKS itu adalah 'musuh' bersama bagi para kaum the untouchables negeri ini"
(jenderal sjafrie sjamsoedin, wamenhan)

3) Saya sependapat dengan kalimat diatas

4) Semua ada sejarah nya, ada catatan dan kisah di balik itu semua bisa terjadi

5) Tengoklah setelah era reformasi, dan pemilu 1999 yang mengantarkan PKS atau PK masuk dalam parlemen secara resmi

6) Jargon partai bersih dan santun menjadi hal penarik buat publik untuk lebih jauh mengetahui dan mengenal PK atau PKS

7) Resiko sebagai partai dakwah dan masuk jajaran partai pemerintah, otomatis memberi efek perubahan kepada PKS menjadi salah satu partai yang ikut mengambil keputusan keputusan penting di negeri ini

8) Berbicara keputusan, pasti berbicara pro dan kontra

9) Kaum yang pro kepada keputusan PKS adalah kubu yang menginginkan perubahan dan perbaikan atas negeri ini

10) Sementara bagi kubu yang kontra, tentu keputusan PKS adalah keputusan yang merugikan bagi usaha dan kantong kantong milik mereka (para mafia dan broker)

11) Tengoklah kisah tentang asas sebab akibat yang saya catat terkait PKS, berikut ini;

*Pada bulan maret tahun 2000, Bob Hasan 'mafia' kayu dan proyek anggaran di kemenhut diTAHAN oleh pihak kejaksaan agung

Siapa yang tak mengenal bob hasan, salah satu pemilik astra dan terkenal sebagai orang nya cendana

Ini adalah hasil terkait program penangkapan bagi para pembalak liar dan praktek illegal loging yang dikampanyekan Nur Mahmudi Ismail kemenhutbun yang memang kader PKS

Disebabkan perjuangan Nur Mahmudi Ismail tersebut, para mafia.kayu pun bersengkongkol bersama untuk memberi pelajaran, lewat kasus mark up pembelian helikopter yang menyeret Soeripto sekjen dephutbun yang notabone adalah juga kader PKS

*Selanjutnya kisah penghapusan judi togel di indonesia, kisah nya berawal ketika PKS di komisi III memberi suara nya kepada Sutanto dan merangkul Adang Daradjatun untuk masuk kedalam lingkungan PKS

Penetapan Sutanto menjadi kapolri, PKS memang memiliki nota kesepahaman terkait pemberantasan dan penutupan judi togel di indonesia dan sutanto setuju untuk hal tersebut

Sementara itu, judi togel adalah bisnis hitam para mafia milik cendana dan berhasil dihapuskan pada saat Sutanto memimpin

Rahasia terkait tiga poin; Sutanto, PKS dan Adang Daradjatun pada pemilihan kapolri pada saat itu, memang diketahui para mafia hitam

Dan kebetulan jago mereka yaitu Makbul Padmanegara kalah dalam pemilihan tersebut di komisi III DPR

*Selanjutnya penutupan situs situs porno dan pemberantasan pembajakan dan peredaran video porno di indonesia

Tindakan ini juga hasil upaya dari kader PKS Tifatul Sembiring yang ditunjuk menjadi menkominfo

Ribuan situs porno berhasil ditutup dan peredaran video porno dan bisnis didalamnya pun banyak yang gulung tikar

Tindakan ini pun berefek pada taktik balas dendam yang dilakukan para mafia lewat kiriman 'tak diundang' kepada anggota DPR PKS Arifinto, ditambah media bayaran yang memang sudah mendapat pesanan untuk memberitakan hal tersebut.

12) Jujur, saya akui, apa yang dilakukan PKS selalu membawa dampak luka buat para mafia di indonesia.

13) Luka yang menciptakan goresan goresan yang tidak akan bisa dilupakan.

14) Dan inilah yang menjadi motivasi berjamaah di para makelar (broker) serta para mafia untuk melawan PKS

15) Bagi mereka sekarang cuma satu tujuan yaitu lawan PKS, akhirnya kalimat yang selalu sama pun mereka perjuangkan untuk dikampanyekan yaitu asal bukan PKS dan jangan sampai PKS.

16) hmmmmm

17) Memang berat resiko perjuangan itu

18) Mereka akan hacurkan PKS melalui jargon perjuangannya sebagai partai yang bersih dan peduli

19) Saya sendiri mengambil kisah diatas bukan karena saya orang atau kader PKS, tapi karena saya memang tahu kisah diatas ketika saya masih bekerja menjadi asisten tenaga ahli anggota DPR dari fraksi PBR Anhar Nasution, dimana PKS selalu menjadi lawan bagi hal berbau kemungkaran semisal praktek suap dan gratifikasi dan menjadi kawan seperjuangan ketika agendanya terkait pembelaan Islam..

20) Setiap catatan tentang kisah perjuangan dan kebenaran, tidaklah pernah ada didalamnya tawa dan selalu senyuman penuh kebahagiaan, TAPI yang ada adalah justru perlawanan dan ujian yang akan memberikan air mata sebagai penyubur azzam dihati untuk terus berjuang dan melawan kedzaliman..

-bang DW-


*sumber: https://www.facebook.com/groups/442486392537299/permalink/464187377033867/
http://www.pkspiyungan.org

"Menguapnya Kasus Besar di KPK" | by @Fahrihamzah

Written By Admin on Rabu, 09 Oktober 2013 | 12.01


by @Fahrihamzah

1) Di tengah kenikmatan kalian menonton penderitaan akil dkk...jawablah pertanyaanku kasus #CENTURY SAMPAI DIMANA?

2) Ini lobotomy...saraf otak kita satu2 dipindahkan dari tempatnya...

3) Berani gak wartawan bertanya: Dimana WK sekjen ESDM yg ada uang ditemukan di ruangannya...??

4) DOLAR yang ditemukan di Rumah RR bersambung dengan No Seri uang Dollar di ruang WK. Kenapa berhenti?

5) Di ruang WK disita buku berisi daftar penerima uang dari DPR dan Kabinet. Kenapa dihentikan dan catatannya hilang?

6) Kenapa kesaksian Yulianis di depan majelis diabaikan?

7) Masih banyak yg bikin kepala sakit...tapi sebentar lagi kita lupa dan bertepuk tangan lagi...

8) Ada satu kasus yg kejadiannya bulan puasa...dahsyat sekali waktu itu...meledak...

9) Hampir saja seorang pejabat tinggi setingkat menteri ditangkap...

10) Kasus itu sekarang hilang...orang2 yang diduga terlibat menghilang...

11) Ada 165.000 kasus yg telah dilaporkan (ke KPK -ed) ...termasuk laporan BPK semesteran...berbasis audit sistemik..

12) Temuan2 yang jelas hitungan kerugian negaranya...tak tersentuh...

13) Teman2 saya di NTB melaporkan kasus Divestasi Newmont...kerugian negaranya jelas...

14) Teman2 saya sampai kapok dan frustrasi...karena tak ada follow up...

15) Saya mendapat tembusan ratusan kasus laporan masyarakat dari NTB saja...tak ada kabar berita...

16) Lalu kemanakah keadilan dicari?

Kenapa Kita Harus Curiga Pada PKS?

Written By Admin on Senin, 23 September 2013 | 08.46

Selepas pembantaian rakyat sipil oleh rezim kudeta militer di Mesir beberapa waktu lalu, kalangan aktivis Islam Indonesia dibuat geger oleh kicauan dua tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) di jagad Twitter. Dua intelektual muda JIL itu, Ulil Abshar Abdalla dan Zuhairi Misrawi berkicau tentang bahaya kaum islamis bagi negara dan bangsa Indonesia.

Zuhairi Misrawi mengatakan dalam akun twitternya, “kaum Islamis di negeri ini patut bersyukur, karena kita tidak akan membunuh mereka. Di Mesir, mereka dibunuh dan dinistakan”. Kontan saja kicauan yang berbau fasisme itu mengundang kritikan di sosial media.

Twit Ulil Abshar Abdalla menjelaskan siapa ‘kaum Islamis’ yang dimaksud. Dalam twitternya, mantan koordinator JIL itu mengatakan: ““Tak mau Indonesia mengalami problem Mesir? Jangan biarkan kekuatan Islamis membesar di Indonesia. Itu kata kuncinya,” di waktu berbeda Ulil sampaikan, “Tugas kita adalah melakukan kritik terus-menerus agar ideologi Islamis di Indonesia yang dibawa PKS tak meluas pengaruhnya,” kicau @ulil.

Kita tidak akan bahas bagaimana reaksi kelompok-kelompok gerakan Islam terhadap kicauan dua tokoh paling moncer di Jaringan Islam Liberal itu, tanggapan Fahri Hamzah, wakil Sekjen PKS, cukup mewakili bagaimana PKS menghadapi kicauan tokoh muda yang pemikirannya tidak populer di kalangan Nahdlatul Ulama tersebut.

Dalam akunnya, @Fahrihamzah katakan: “ulil dan kawan-kawan gak usah khawatir dengan PKS, sebab prosedur menjatuhkannya ada dalam jadwal demokrasi kita..,” kicaunya.

Dari ‘perang maya’ tersebut menarik memang melihat fakta bagaimana seorang Fahri Hamzah dari kalangan Islamis mengedepankan sistem demokrasi untuk menerima peralihan kekuasaan, “prosedurnya ada dalam jadwal demokrasi kita” katanya., namun pada saat yang sama seorang liberalis dan pembela asas-asas demokrasi seperti Zuhairi dan Ulil justru terkesan mencari-cari celah untuk membenarkan kudeta terhadap pemerintah yang dipilih secara sah dan konstitusional melalui prosedur-prosedur demokrasi. Kicauan Ulil dan Misrawi ini berbanding terbalik dengan apa yang kerap mereka presentasikan dalam seminar-seminar mengenai penerimaan terhadap demokrasi, prinsip-prinsip egalitarianisme, humanisme, dst. Padahal pada zaman modern dan manusiawi ini, kita semua tahu, jika boleh mengutip Fahri Hamzah, “untuk atau atas nama apapun kepemimpinan sipil haram dijatuhkan secara militer apalagi dengan alasan kepuasan publik. Survey boleh menunjukkan kepuasan di bawah 50% kepada presiden @SBYudhoyono tapi dia haram dijatuhkan secara kudeta. Presiden di negara demokrasi hanya bisa dijatuhkan via pemilu atau karena melakukan pelanggaran hukum berat.”

Ketakutan terhadap PKS

Saya mencoba memahami ketakutan Ulil, Misrawi, dan kalangan yang satu mazhab dengan mereka secara pemikiran terhadap kekuatan islamis-terutama PKS. Tampaknya PKS dalam pandangan kelompok liberal adalah gerakan Islam yang hanya memanfaatkan prosedur-prosedur demokrasi untuk kemudian menghilangkan demokrasi itu sendiri ketika sudah mendapatkan kekuasaan. Ketakutan kalangan liberal terhadap PKS bisa kita lihat dalam banyak artikel, misalnya tulisan Ahmad Najib Burhani “Piagam Jakarta, dan Piagam Madinah” yang dimuat di salah satu koran Nasional tahun 2004. Juga artikel “Memahami Realitas PKS” karya Happy Susanto (2008) di situs Jaringan Islam Liberal yang mengatakan bahwa PKS secara pure hanya mengadopsi ideologi timur tengah tanpa adanya “indigenisasi” dengan konteks “kekinian dan kedisinian” Indonesia.

Memang di sinilah kelemahan demokrasi. Sistem politik dari Yunani kuno tersebut tidak memiliki ‘self defence mechanism’ atau mekanisme pertahanan diri. Demokrasi akan membiarkan siapapun mengikuti kontestasi pemilu, bahkan kepada kelompok yang paling tidak demokratis sekalipun. Demokrasi secara sah akan—dan harus—mengakuinya secara konstitusional. Dan ketika pemenang pemilu justru membunuh demokrasi itu sendiri di parlemen melalui voting untuk mengganti konstitusi negara dengan sistem selainnya, maka pada waktu itu demokrasi tidak bisa menolong dirinya sendiri.

Hal inilah yang ditakutkan oleh kelompok liberal. Tetapi cara pandang “anak-anak JIL” ini menjadi absurd, ketika pada saat yang sama kelompok kecil ini justru mengakui rezim kudeta Mesir yang terang benderang menodai kanvas demokrasi kita di mana militer melakukan coup d’etat terhadap Presiden Mursi, pemenang sah Pemilu Mesir. Sungguh anomali ketika kita melihat, Fahri Hamzah yang berasal dari kalangan Islamis, justru lebih demokratis daripada Ulil dan Misrawi dari kelompok JIL. Anomali karena selama ini kalangan liberal acapkali menuding kalangan Islamis sebagai kelompok yang tidak demokratis. Terang sudah mana yang betul-betul demokratis, dan mana yang sekadar lips service.

Kenapa Curiga pada PKS?

Melihat keberadaan PKS dalam konteks demokrasi kita memang menarik. Para pengamat politik mengidentifikasi PKS dengan sebutan kaum Islamist democrat (Demokrat Islamis), yakni kelompok Islam yang menjalankan demokrasi, setidaknya demokrasi elektoral, tetapi tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam ke dalam kehidupan publik (Mujani, 2004). Istilah islamist democrat ini menurut pengamat politik senior Saiful Mujani, adalah suatu contradictio interminis, atau ungkapan yang mengandung pengertian kontradiktif di dalam dirinya.

Tentu mudah dipahami mengapa fenomena islamis democrat disebut sebagai sebuah kontradiksi, karena selama ini pattern yang terbentuk antara gerakan Islam dan demokrasi adalah dua hal tidak pernah bisa bertemu. Kita bisa melihat pandangan-pandangan tersebut melalui pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, Jamaah Ansharut Tauhid, dan kelompok-kelompok anti demokrasi lainnya.

Padahal dalam konteks PKS kita akan menemukan pandangan lain. Membahas bagaimana relasi Islam-Negara dalam kacamata PKS adalah hal yang menarik. Lihat bagaimana Anis Matta, Presiden PKS itu memosisikan demokrasi dalam kacamata yang lebih luas alih-alih sempit pikir seperti Hizbut Tahrir yang menghinadina demokrasi sejak awalnya. Dalam kacamata Anis Matta sebagaimana tertuang dalam bukunya Menikmati Demokrasi, demokrasi adalah sebuah kanvas di mana semua orang boleh melukis.

“Semua individu dalam masyarakat demokrasi sama dengan individu lain. Semua sama-sama bebas berpikir, berekspresi, bertindak, dan memilih jalan hidup. Tidak boleh ada rasa takut, ada tekanan, terutama dari militer. Kebebasan hanya dibatasi oleh kebebasan yang sama.”

Anis melanjutkan, “Namun kebebasan (dalam demokrasi) ini ada harganya. Para pelaku dakwah memang bebas menjalankan dakwahnya. Tetapi pelaku kemungkaran juga bebas melakukan kemungkaran. Yang berlaku di sini bukan hukum benar-salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal, walaupun salah. Dan sesuatu itu benar tapi tidak legal, adalah salah. Jadi tugas kita adalah bagaimana mempertemukan antara kebenaran dan legalitas. Bagaimana menjadikan sesuatu yang haram dalam pandangan agama, menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif, dan apa yang diperbolehkan oleh agama menjadi legal dalam hukum positif itu.”

Dari pandangan Anis tadi, tampak jelas bagaimana PKS menerima demokrasi sebagai bagian dari cara mereka menyampaikan aspirasi. Sama persis dengan apa yang berada dalam benak kalangan sekuler yang juga menyampaikan aspirasinya lewat demokrasi. Yang berbeda dari keduanya hanya pada tataran ide apa yang diperjuangkan. Dan memang karena itulah demokrasi diperlukan: sebagai melting pot dari ragam ide yang tumbuh di masyarakat. PKS menyampaikan apa yang diinginkannya melalui prosedur demokrasi yang sah dan konstitusional, seraya tetap menghargai keragaman dan multikulturalitas dalam masyarakat. Itulah mengapa PKS menerima demokrasi sebagai sarana perjuangan.

Lihat bagaimana Fahri Hamzah dalam buku tebalnya berjudul, “Negara, Pasar dan Rakyat” (2010) menggambarkan demokrasi, “demokrasi sejalan dengan ide modernisasi yang menuntut adanya perubahan di segala bidang kehidupan. Tradisi Islam bukanlah warisan kaku yang hanya mempertahankan corak klasiknya. Meski pada awalnya Islam tidak mengenal prinsip demokrasi, namun gagasan universal demokrasi sejalan dengan prinsip Islam… tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi. Dalam prinsip Islam elemen-elemen demokrasi meliputi prinsip-prinsip tertentu seperti syura, musawah, adalah, amanah, masuliyah, dan hurriyah.”

Pandangan realistis dan akomodatif semacam ini terhadap demokrasi sejatinya sejalan dengan pandangan seorang ulama dunia yang cukup dihormati di Indonesia, yaitu Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Fiqh Daulah (Fikih Negara)

Khilafah versus Nation State

Menarik sekali apa yang dikatakan oleh John L.Esposito, dalam bukunya Islam and Politics (1985) Esposito mengatakan bahwa di kalangan kelompok-kelompok Islam terdapat kesamaan mengenai “bukan negara Islam”, tetapi justru terdapat perbedaan mengenai “negara Islam”. Apakah ia harus berbentuk Negara trans-nasional atau bolehkah berbentuk nation-state (Negara bangsa)?

Di kalangan gerakan Islam, terma khilafah paling nyaring disuarakan oleh Hizbut Tahrir (HT) sekalipun tidak tampak jelas mau dibawa ke mana arah perjuangan tersebut setelah HT berdiri sejak 1953. Impian tentang khilafah sebagai negara yang adil, makmur, sejahtera, memang membuai sebagian masyarakat. Kejenuhan terhadap realitas yang senjang, kekacauan sosial, dan sebagainya membuat sebagian orang memilih hidup dalam romantisme masa lalu, dan terbuai dalam keindahan masa depan seraya mencela zaman ini.

Jauh sebelumnya, hal serupa sebetulnya telah terimajinasikan dalam benak seorang filosof Muslim, Al-Farabi (870-950) yang memimpikan sebuah negara damai, adil makmur, sejahtera, dan seribu keutamaan lainnya yang ia tuangkan dalam sebuah kitab berjudul Araa Ahl l-Madiinah al-Fadhilah. Sebegitu indahnya Negara tersebut hingga ide al-Farabi itu lebih sering dikritik sebagai sebuah utopia.

Sekalipun sebetulnya secara performa luar kader PKS agak mirip dengan Syabab Hizbut Tahrir, namun pandangan dua kelompok dari gerakan Islam ini rupanya berbeda. Mudah untuk memahami bahwa sebagai gerakan ekstra parlemen yang pekerjaannya “hanya mengkritik”, tentu mudah bagi HT untuk bekerja dan menawarkan solusi-solusi di ranah wacana semata. Dan kita akan paham bahwa negara trans nasional yang didirikan HT akan menjadi “negara yang menakutkan” karena kelompok ini memiliki pandangan untuk membentuk sebuah negara super power “satu negara untuk seluruh dunia Islam” sebagaimana makna khilafah yang dicetuskan oleh pendiri HT, Taqiyuddin an-Nabhani (1909-1979). Artinya selepas kekhilafahan berdiri, maka berikutnya akan terjadi penaklukan-penaklukan ke seluruh dunia untuk melebarkan wilayah kekuasaannya.

PKS tidak memahami khilafah dalam definisi sedemikian. Lihat bagaimana seorang pendiri PKS, Hidayat Nur Wahid menjawab ketika ditanya tentang pandangannya mengenai pemerintahan Islam:

“Jangan berpolemik mengamandemen UUD 1945 untuk menghadirkan pemerintahan Islam (khilâfah Islâmiyah). Kita sudah lelah dengan polemik, akan lebih bijak jika berkonsentrasi untuk melaksanakan ajaran agama. Lebih penting adalah agar seluruh masyarakat Indonesia melaksanakan ajaran agama seperti dalam pasal 29 UUD 1945. Jika agama dilaksanakan oleh semua umat beragama pada tingkat moral dan etos kerja saya kira akan membawa dampak positif bagi moral bangsa.”

Lebih tegas tentang khilafah, HNW melanjutkan:

“Pada zaman sekarang ini, apakah yang namanya kekhalifahan harus berwujud dengan nama khilâfah, bukankah negara republik atau kerajaan pada skala tertentu bisa disebut khilâfah? Apapun namanya, republik atau kerajaan, kalau di situ terlaksana dengan baik nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, keislaman, pemberdayaan, tidak terjadi praktek-praktek korupsi, penindasan, kezhaliman, nepotisme, tirani, dan kemudian terjadi mekanisme kepemimpinan yang islami, bisa disebut sebagai kekhalifahan itu sendiri. Dalam konteks Indonesia yang sudah berbentuk republik, tidak perlu lagi diubah namanya menjadi kekhalifahan.”

Melihat pandangan HNW ini, tak perlu rasanya kita menaruh curiga bahwa jika PKS berkuasa maka NKRI akan hilang diganti dengan Negara agama. Tentu saja pandangan seorang agamawan jebolan Gontor yang telah menghabiskan masa sarjana hingga doktoralnya di Universitas Islam Madinah itu tentulah bukan tanpa pengetahuan. Dalam beberapa konteks, nation-state (Negara bangsa) dengan khilafah sebetulnya tidak perlu saling menegasikan.

Mari kita lihat bagaimana pada tahun 912 M, di Spanyol ‘Abd al-Rahmân al-Nâsir mulai menggunakan gelar khalîfah. Padahal pada waktu yang sama kekhalifahan Bani ‘Abbâsiyyah masih berlangsung di bawah pengaruh Bani Buwaihi. Bahkan pada periode 912-1013, khilâfah Islâmiyah di Spanyol ini telah mencapai puncak kejayaan dan menyaingi Daulah ‘Abbâsiyyah di Baghdâd. Demikian pula halnya yang terjadi pada masa Dinasti ‘Utsmâniyyah di Turki. Pada masa pemerintahan Turki Utsmani berlangsung, berdiri dua pemerintahan Islam, yakni Dinasti Syafawi di Persia, dan Dinasti Mughal di India. (Badri Yatim, 2001)

Kemunculan Kerajaan Syafawi di Persia dan Dinasti Mughal di India yang menyaingi Dinasti Utsmani ini, memiliki konteks yang sama dengan kekhilafahan Islam di Spanyol, yakni keberlangsungan pemerintahan Islam secara bersamaan pada era yang sama, di tempat yang berbeda. Oleh karena itu, sebagaimana di Spanyol, kedua Dinasti ini juga dapat disebut sebagai “khilâfah Islâmiyyah”. Artinya adalah, pada masa itu terdapat begitu banyak pemerintahan Islam, sehingga jika pada konteks kekinian kekhilafahan dibentuk berdasarkan “kekhilafahan-kekhilafahan kecil”, maka itu tidak bertentangan dengan fakta historis di atas.

Demikian juga jika kita melihat bagaimana pandangan Anis Matta tentang symbol agama sebagai nama Negara. Anis Mengatakan “jika substansi telah cukup mewakili nama, maka tak perlu nama mewakili substansi tanpa menafikan nama”

PKS Memperjuangkan Masyarakat Madani

Adalah Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah UIN Jakarta yang merasa beruntung mendapat kesempatan mendalami PKS ketika diundang dalam Milad ke-10 sehingga bisa mengetahui apa sebetulnya tujuan Partai Islam terbesar di Indonesia itu.

Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan begini:

Negara Indonesia bagaimanakah yang dicita-citakan PKS? Jawabannya jelas dalam tujuan pendirian PKS: ”Tujuan didirikannya PK Sejahtera adalah terwujudnya masyarakat madani yang adil dan sejahtera yang diridhai Allah SWT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. PK Sejahtera menyadari pluralitas etnik dan agama masyarakat Indonesia yang mengisi wilayah beribu pulau dan beratus suku yang membentang dari Sabang hingga Merauke”.

‘Masyarakat madani’. Inilah salah satu kata kunci untuk lebih memahami PKS. Apa yang dimaksud PKS dengan ‘masyarakat madani’? Masyarakat madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang keimanan; menghormati pluralitas; bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong royong menjaga kedaulatan negara.

Pengertian genuine dari masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat Indonesia di masa kini yang terikat dalam ukhuwah Islamiyyah (ikatan keislaman), ukhuwah wathaniyyah (ikatan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyyah (ikatan kemanusiaan) dalam bingkai NKRI”.

Dengan platform ini, sekali lagi, jelas, PKS tidaklah bertujuan membentuk ‘negara Islam’ atau yang semacamnya, melainkan bertujuan membentuk masyarakat madani. Jelas pula, masyarakat madani yang diinginkan PKS adalah masyarakat madani yang berbasiskan agama (religious-based civil society); bukanlah masyarakat sipil atau masyarakat kewargaan yang dalam sejumlah wacana tentang civil society tidak memiliki konotasi apalagi hubungan dengan agama. Konsep masyarakat madani yang akhir ini pada dasarnya merupakan teoretisasi dari pengalaman di Eropa Timur dan Amerika Latin.

Jadi, kita perlu paham bahwa yang diperjuangkan PKS adalah masyarakat madani. Sebuah kehidupan sosial bermasyarakat yang merujuk pada kehidupan pada masa Nabi di Madinah. Bukan lagi pada masa khilafah. Masyarakat madinah adalah masyarakat yang plural, terdiri dari beragam suku dan agama namun hidup bersatu dalam sebuah Negara yang konstitusional dalam sebuah konsensus bersama.

Jika masyarakat semacam ini menjadi inspirasi, tentu saja karena didasari religiusitas masyarakat kita, maka NKRI akan tetap ada, tetap berbhinneka tunggal ika. Jadi tidak perlu paranoid dengan gerakan Islamis democrat.

Partai Islam memperjuangkan idenya, sebagaimana partai selainnya juga memperjuangkan idenya. Semua berkontestasi di dalam pemilu yang sah dan konstitusional.

Jika sudah begitu, Kenapa kita harus curiga pada PKS?
 
 

Sigit Kamseno
Ayah satu anak, alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Pemikiran Politik Islam, pengamat sosial.



Sumber: http://www.dakwatuna.com/

"Partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita" | Taujih @Fahrihamzah

Written By Admin on Senin, 16 September 2013 | 08.58



by @ongz87

Taujih Bang @Fahrihamzah di LT3B Bekasi Barat, Ahad 15 September 2013.

(1) Dalam sejarah harokah, sering terjadi kriminalisasi politik. Namun, kita diserang lewat kriminalisasi moral.

(2) Yg paling penting adalah, apakah kita mampu menyadarkan diri bahwa kita ini adalah partai yang berbeda dari partai lain.

(3) Dimana2, tidak mudah harokah menjalani transformasi politik dan regenerasi yang begitu cepat, namun kita menjalani itu dgn baik.

(4) Kita2 ini ditarbiyah, di tanam bibitnya, dirawat, disemai, ditumbuhkan karakternya, dipancang cita2nya. Ini tidak ada di partai lain.

(5) Baterai kita gak boleh lemah, mata gak boleh redup, dada ga boleh lemah berguncang. Karena dakwah ini harus terus tersampaikan.

(6) Kita ditarbiyah utk cita2 yg besar. Kejadian2 yg menimpa kita hrs membuat kita membara, makin menyala. Api dakwah ini tdk boleh padam.

(7) Ini waktunya menunjukkan kpd dunia siapa kita, menunjukkan kpd indonesia inilah karakter org2 yg ditarbiyah.

(8) Politik ini adalah pahala kita yg paling besar, partai kita ini adalah ladang dakwah kita paling besar.

(9) Kalau partai ini kuat, jadi partai terbesar di Indonesia, bahkan jadi tonggak penyokong perjuangan ummat di dunia, maka pahala kita besar sekali.

(10) Muwashoffat kita itu luar biasa, sampai kapanpun akan tetap luar biasa. Aqidahnya diberesin, ibadahnya dididik dan seterusnya...

(11) Kepribadian kita dari awal, ditarbiyah jadi indah. Kepribadian kita dari awal, ditarbiyah jadi memukau.

(12) Ikhwah, Alloh SWT memang mengikat hati kita. Tapi kalau kita tdk saling mengikat hati, akan sulit kita ini bersama.

(13) Kalau liqo hanya djadikan tempat hierarki, tempat baca ta'limat2, akan kering liqo ini. Liqo harus dijadikan keluarga, kawah candradimuka.

(14) Krn kita saling mencintai, maka Allah mencintai kita. Maka brlapanglah dalam jama'ah. Blm ad satu partai lain pun yg solid. Kita solid.

(15) Gak ada partai lain di indonesia ini yg menetapkan sistem kaderisasi pemimpin bangsa selain kita. Gak ada selain PKS.

(16) Saya percaya suatu hari, yg dulu diceritakan akan jadi kenyataan. Tapi yakini dulu bahwa partai kita ini adalah sumber pahala terbesar kita.


*sumber: https://twitter.com/ongz87
 
Support : Copyright © 2011. DPC PKS BATANGHARI LAMPUNG TIMUR - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger